Translate

Jumat, 30 Oktober 2015

lanjutan dari catatan Teman Hidup

31 Oktober 2015

tertunduk mengingat tanggal itu.. T_T
besok final dari semua penantian dan perjuangan ini.
Ahh God, aku pun tak mengerti dengan jawabannya.  karna rasa itu masih aman melekat di hati..
walau aku pergi menjauh, tapi masih belum memiliki alasan untuk meninggalkan dan mengabaikan rasa itu.
dan aku pun bingung melangkah ke arah mana setelah ini.
akan memperjuangkannya atau memang harus melupakannya?
Aku?
apakah harus berbicara dengannya? atau menjadikannya sebagai bagian cerita hidup?

ssstttt..........zzzzzzzzzzzzzzz............zzzzzzzzzzzzzzz
dan aku pun terdiam cantik!! merenungkan semua pembicaraan itu. benar-benar sangat setuju! petuah ini sangat bagus,.
dan harusnya seperti itulah Teman Hidup yang mencari, dan suatu saat ketika mereka sama-sama telah dipertemukan, mereka akan mencintai satu sama lain, sama-sama menjaga perasaan pasangan masing-masing, dan mengutamakan kebahagiaan pasagannya. tidak akan ada yang tersakiti...

benar bukan?

30 Agust 2015
aku mengingat kembali semua pembicaraan itu. dan benar-benar bingung...!
Aku tak berdaya untuk memperjuangkan dia yang telah ku sukai.
Aku hanya suka berbisik kepada Tuhan sedikit tentang dia..


***silent***

Menemukan Teman Hidup

MENEMUKAN TEMAN HIDUP

Ibarat seperti sebuah baju yg bagus, demikianlah Teman Hidup" kami memulai pembicaraan ini.
apakah kamu pernah menyukai Baju? "ya" jawabku. saat ini aku sedang menyukai sebuah Baju Bagus...

Kami memulai perjalanan cerita kami tentang si Baju Bagus:
"aku sedang menyukai sebuah Baju. Baju itu sangat bagus, yang punya bentuk dan keunikannya sendiri bagiku. sangat cantik bagiku walau mungkin belum tentu disukai orang banyak.
tapiii aku juga meyakini, pasti ada orang lain yg memiliki mata hampir sama denganku. sama-sama menyukai baju itu.
karna Baju itu diciptakan hanya satu itu saja..
mungkin menyerupainya begitu banyak, tapi yang benar-benar seperti itu cuma baju itu saja.." aku terdiam sejenak..
"ahh pikirku, aku terlalu tinggi menghayal untuk mendapatkan baju itu. melihat keadaanku yang tidak punya daya besar dan kekuatan untuk memilikinya.
tapi bagaimana ini? lanjutku lagiiii dgn tidak percaya diri..... *merenung

"aku sudah terlanjur melihat baju bagus itu, pancarannya sudah menarik mata dan hatiku..
sudah sangat ingin memilikinya *hayalku sejenak..
yap!! aku butuh perjuangan agar bisa memilikinya... bisikku menyemangati diri sendiri untuk memiliki baju itu.
-------****------
ku rogoh sakuku, ahhh ternyata uangku tak cukup untuk membelinya.
"Hmmm... apakah kamu harus menyerah?" tanyanya.
"Tidak!" jawabku dgn cepat.. "aku harus mengumpulkan uang dan menabungnya. sehingga suatu saat aku dapat membelinya..
aku tidak sembarangan menyukai Baju itu! pasti ada hal menarik dibaju itu yg membuatku menyukainya... mungkin bukan karna mahal atau bentuknya yg membuatku tertarik, tapi ketika aku memakainya, aku pasti terlihat indah, itulah alasanku menyukainya" jawabku
 "benar! alasan itulah yg tepat, karna akhirnya baju itu pun akan berguna dan indah jika dipakai orang yg tepat" dia memberiku semangat.
"Baiklah... kamu boleh kembali lagi. Kumpulkanlah uangmu! dan datanglah dikemudian hari untuk membelinya" katanya lagi.

Aku berbalik meninggalkannya dan hendak pulang.
tiba-tiba dia berkata kepadaku: "bagaimana bila ada orang lain yang menyukainya?"
sejenak aku menghentikan langkahku.. aku menyentuh bajunya kembali dan berkata: "ahh benar! Baju ini terlalu indah. pasti banyak yang ingin memilikinya. karna wanita lain juga pasti akan menjadi cantik bila memakainya"
aku tarik nafas memikirkan gimana caranya supaya baju itu tidak ditawar oleh orang lain. aku mulai pasrah! karna aku sadar tidak bisa segera memilikinya..
dia menawarkan: "bagaimana bila kamu menitipkannya ke penjaga Tokonya. katakan padanya untuk menyimpannya. dan kamu pasti datang untuk membelinya?" wahhh,,, wajahku sejenak riang gembira. "benar! aku butuh pertolongan orang lain. sehingga aku bisa memilikinya"
aku pun memikirkan sedetail mungkin gimana cara meyakinkan si penjaga toko untuk bisa kerjasama.
dan aku berhasil! si penjaga toko setuju untuk menyimpan dan menjaganya untukku..

Aku pun pulang dengan harapan dan angan, akan sangat cantik ketika aku memakai baju itu kelak..
Hari-hariku pun dipenuhi dengan perjuangan menabung keuangan.
dan tiba waktunya, aku pun pergi ke toko untuk mendapatkan baju itu.. betapa bahagianya hatiku ketika dapat memilikinya. membayangkan betapa indah dan berbahagianya aku menjadi pemilik baju itu..

kemudian dia bertanya: "apa yang akan kamu lakukan dengan baju itu?"
jawabku: "jelas.. aku akan segera memakainya, dan memperlihatkan ke orang lain kalau aku telah memilikinya"

"bagus.. karna harusnya memang seperti itu" timpalnya, tapi kemudian dia lanjutkan kembali:
dan aku pun segera memakai Baju itu, dan melihat keindahannya sangat terpancar...
"kamu sangat menyukai baju itu bukan?"
"ya.. sangat menyukainya. dan kamu lihat, aku sangat indah ketika memakainya" jawabku dengan percaya diri.
"ya.. aku melihatnya. kamu memang indah sejak memakainya" dia menjawab sambil melihatku dengan seksama..
Lanjutnya lagi: "aku pun melihat usahamu untuk mendapatkannya, itu luar bisa"
aku tersenyum manis dan tersipu malu, sambil berkata: "bagaimana mungkin aku tidak berusaha, aku telah menyukainya. dan kamu tahu, aku jarang menyukai seperti sukaku saat ini".
"kamu sangat menyukainya, dan kamu pun telah mendapatkannya dengan perjuanganmu. apakah kamu akan memakainya tiap saat seperti ini?" dia bertanya lagi yang jelas membuatku bingung.
"bila aku terus memakainya, maka baju ini akan segera rusak! *timpalku. "tapi bagaimana? aku sangat indah karna memakainya. aku ingin memakainya tiap hari" rengekku kepadanya...
"kamu boleh memakainya tiap saat, tapi seperti katamu! baju ini pun akan segera rusak dan cepat usang. maka baju ini pun akan kehilangan keindahannya. dan lama-lama kamu pun akan terlihat jelek ketika memakai baju yang telah usang" jawabnya.

"baiklahhh!! aku tahu sangat menyukai baju ini, aku ingin memakainya tiap saat. tapi seperti yang kamu tahu... aku telah berjuang mendapatkan baju indahku ini. aku tidak akan membiarkannya rusak, lecet dan menjadi usang. aku akan berjuang untuk menjaganya. biar keindahannya tidak pernah berubah. dan sampai kapan pun aku tetap bisa indah bila memakainya" jawaban optimisku...

dan akhirnya dia pun tertawa bahagia.. "bagus! harusnya memang seperti itu. jangan sampai semua perjuanganmu akan sia-sia hanya karna sangat menyukainya. jagalah baju itu dengan baik, karna kamu pun butuh perjuangan untuk memilikinya"

dan kami pun sama-sama tertawa.....
dan akhirnya dia pun berkata: "begitulah Teman Hidup"......
seperti ketika kamu menyukai baju, demikianlah harusnya perlakuan dan perjuanganmu terhadap Teman Hidup yang sedang kamu sukai.
ketika kamu meyakini dia terlihat beda di matamu, perhatikanlah dengan seksama...
pastikan kamu menyukainya bukan hanya karna penampilan luar dan materinya saja. tapi renungkanlah, ketika kalian bersama, apakah dia akan semakin indah ketika kamu yang mendampinginya dan sebaliknya, apakah kamu juga akan sangat indah ketika bersamanya.. ini berbicara tentang karakter, sikap dan lainnya. melihat lah dari hati seseorang.. :)

ketika kamu benar-benar telah yakin menyukainya dan ingin memilikinya, mari melihat ke kemampuanmu sendiri. 
mungkin kamu menemukan ada hal yg masih kurang dalam dirimu sehingga kamu belum mampu memiliki dia. ini bukan berbicara tentang materi atau hal yang nampak dimata saja. 
bisa saja dari karakter dan sikapmu, ada juga yang harus diubah., sehingga si dia pun akhirnya menyukaimu kelak.. 

lihat! penjaga toko itu bisa melambangkan teman atau keluarga.
kamu juga butuh dukungan dari mereka. misalnya: mencari tahu tentang si dia dari teman atau keluarganya. dan seterusnya..

dan jika suatu saat kamu benar-benar telah memilikinya, perjuangkan dan jagalah dia. jangan sampe dia tersakiti dan akhirnya suatu saat, kalian sama-sama hancur dan sakit.
lakukanlah hal-hal yang membuat dia bahagia, maka keindahan kalian akan terus dan senantiasa berpancar....







Rabu, 28 Oktober 2015

Masa Penantian - Sesi II

http://www.centauripanjaitan.blogspot.co.id/2015/09/masa-penantian.html

menulis tentangmu lagi, My Future....
mungkin kita sedang mengalami perasaan melow yang sama saat ini, sama-sama merasakan kerinduan ingin bertemu secepatnya.
bisa saja bukan...
ahhh siapapun kamu, dimana pun kamu saat ini, biarkan angin sejenak memberimu sentuhan, sebagai tanda kerinduanku untukmu.. :)

tidak tahu kenapa, akhir-akhir ini aku merasa kita semakin dijauhkan. semakin sulit untuk melihatmu dari tempatku berada.
bahkan terkadang aku pun ragu, apakah kita punya kesempatan untuk bertemu?
kadang aku juga merasa, mungkinkah aku telah melewatkan banyak kesempatan untuk bertemu denganmu.
sangat berharap kepada Tuhan, bahwa orang-orang yang aku abaikan selama ini, kamu bukan salah satunya..
kenapa semakin menjauh?
apakah doa kita tidak lagi mendekatkan kita saat ini? yap.... aku ragu! aku takut! aku bingung! semuanya komplit dalam satu rasa, yaitu: pasrah...
aku mengerti, diantara jutaan manusia didunia ini, wajar sangat sulit untuk menemukanmu.
tapi melihat orang lain, kadang aku memiliki iri, kenapa mereka begitu mudah dipertemukan? tapi kita?
kata orang, aku terlalu egois! benarkah? bisa jadikah egoisku menghalangi kita bertemu?
hmmm............

Kamis, 15 Oktober 2015

Lirik The Mystery Of Your Gift

"The Mystery Of Your Gift"
by Josh Groban

 

A single note passes out of the ashes
A flickering ember begins
It’s the courage to turn when the pages have burned
And your story now seems at an end
Seasons stay and seasons go
Sending your memories adrift
It’s the beautiful longing, embrace the unknown
That’s the mystery of your gift

And the echoes of your melody will always live in these walls
And the lessons that you gave to me, before you can fly, you must fall
It’s the beautiful longing, embrace the unknown
That’s the mystery of your gift

There’s a voice in the shadow calling for more
There’s a rhythm that beats from within
Lending your voice to the warmth of the song
There’s a strength in the choir of one
Pure as the voice that sees the place where the weight of your past may now lift
It’s the beautiful longing, embrace the unknown
That’s the mystery of your gift

And the echoes of your melody will always live in these walls
And the lessons that you gave to me, before you can fly you must fall
So sing higher & higher, a thousand new voices ring through
If you sing out of the fire, the courage you need comes from you

And the echoes of your melody will always live in these walls
And the lessons that you gave to me, before you can fly, you must fall
It’s the beautiful longing, embrace the unknown
That’s the mystery of your gift

It’s the beautiful longing, embrace the unknown
That’s the mystery of your gift

Senin, 28 September 2015

catatan sejenak

Dear God...

Catatan Kejadianku beberapa hari ini:
FirmanMu berkata bahwa manusia diciptakan sesuai dengan rencanaMu. dan tentu Engkau sudah tahu apa yang akan terjadi di semua kehidupan ciptaanMu.
Aku? ya termasuk bagian dari ciptaanMu..
aku selalu berkata ke orang-orang, jika manusia diciptakan dengan semua keunikannya masing-masing, ada kelebihan dan kelemahannya.
yap bagaimana tidak! karna Engkau menciptakan manusia segambar dan serupa denganMu! ku pastikan, tidak ada yang gagal dalam ciptaanMu..
aku tahu... kegagalan yang terjadi didunia ini bukan karna kegagalanMu dalam mencipta tapi akibat dari dosa yang telah  mendarah daging ditubuh kami.
tidak ada satu titik pun kegagalan didalamMu! sekalipun ada yang berkata begitu...
Aku? juga pernah dan bahkan banyak mengalami kegagalan dalam hidup ini!
kadang... aku pun tidak merasa layak mengakui Engkau Penciptaku, karna merasa malu "CiptaanMu' ini sudah banyak mempermalukanMu..
aahhh God... kadang aku juga bingung! kenapa orang melihatku terlalu sempurna dan begitu baik.. :(
menjadi beban yang begitu berat yang harus ku pikul...
lahir menjadi wanita biasa, tidak berlebihan! aku menyukainya dan tidak menuntut lebih...
hal yang paling ku takutkan adalah ketika orang menolak kehadiranku...
God...
Engkau tahu, membuat seseorang bisa nyaman denganku bukanlah perkara sulit bagiku. karna aku memiliki karakter yang selalu hangat dan cerita, yang bisa membuat orang lain bisa cepat denganku. ahh itu hal gampang..
mempertahankan mereka untuk tetap nyaman denganku!!! ini yang menjadi perkara hidupku sepanjang masa..
kadang aku gagal dalam hal ini! kadang karakter jelekku muncul, dan tiba-tiba bisa mengusir mereka yang dekat denganku dalam satu "tiupan" keegoisan atau kejenuhan.
aku jenuh! yahhh... terkadang aku juga jenuh untuk selalu mengalah demi mempertahankan orang-orang dekatku.
aku egois? haahhh... aku juga tertawa memikirkannya..
seperti perkara yang baru terjadi, "kata-kata egois akhirnya menghampiriku..
"seseorang! terserah dia mau kapan nelponku, tidak pernah berkata ke dia: engkau sudah  menggangguku.
dia nelpon jam 1 pagi pun, tidak ada kata "kamu mengganggu tidurku"
dan hanya karna aku nelpon dia jam 11 malam, dan jelas dia belum tidur saat itu, berani berkata: aku mengganggu dia.
Okeeee......
aku tahu, aku tidak perlu membela diri! namanya kemarahan tidak ada kebenarannya,,,
tapi sebatas itukah dia menilaiku?
aku tahu, tidak ada kebaikan yang harus dibalas didunia, tapi minimal bisa menjaga perasaanku kah?"
ahhhh tapi memang aku tetap salah! karna lakukanlah segala sesuatu dengan kasih. ntahh kebaikan dan ketulusan berbalas atau tidak, tetaplah mengasihi ---> tangis dan bisikku ke hati... T_T
benar bukan? dalam satu hembusan keegoisan, aku bisa membuat seseorang kehilangan kenyamanan dariku...
ketika perkara seperti ini terjadi, aku pun aku berkata "bodoh" terhadap diri sendiri... why?
ntahlahhh... dunia ini terlalu ribet diperkarakan......
God... terlalu bodohkah anakMu ini? adakah sikapku yang telah salah karna menganggap dekat dengannya?
haruskah aku mengeraskan hatiku agar aku bisa mengabaikannya dan kehidupannya?
aku pasti bisa kok.... karna ada banyak orang diluar sana yang "mungkin" juga lebih membutuhkan perhatian dariku.
dia? bagaimana dengan dia? kenapa Engkau harus mengizinkanku mengetahui seluk beluk kehidupannya?
ahhh sudahlah God.... mungkin hanya kebetulan saja aku tahu kehidupannya, bukan atas rencanaMu. awalnya aku berpikir: Engkau mengutusku mengenal dia, untuk bisa menolong dan jadi teman baik untuknya. tapi sekarang... ya pikirku: aku salah dan terlalu positif thinking... zzzzzzzzzzzzzzzz *aku mengalah lagi dan lagiiii...

oke... pagi-pagi kemaren, aku juga harus dapat telpon dari Namboru, yang selama ini sudah sibuk jodohin anaknya ke maennya yang satu ini.
bleeekkkk... sejenak otakku langsung blank. terdiam dan terbodoh!
helloww.... otakku baru eror loh ya karna dianggap mengganggu dan egois "tadi". kenapa juga si namboru ini harus hadir tiba-tiba, dengan suara keras dan lantangnya sibuk merepet panjang kali lebar... *jadi pengen nangis mengingatnya
God.. apakah anakMu ini benar-benar terlalu sombong dan juga egois?
siapa mereka semua ini? kok bisa tega-teganya harus membuatku menangis dan berpikir keras....
Namboru....! sudah terkesan memaksa banget aku mengiyakan perjodohan dari dia. dengan sejuta kata-kata dan pertanyaan yang selalu menyudutkanku! Engkau tahu Tuhan? aku hanya bisa tertawa...
mereka? adakah sedikit saja memikirkan perasaanku?
dengan gampang berkata "kamu egois"
dengan gampangnya menyudutkanku pertanyaan: "gak mau kawin lagi kamu maen? mau kerja aja terus"
what what what?????
kalau aku harus selalu memahami kondisi kalian, terus siapa yang akan memahamiku? 'doaku di Gereja
ehh namboru!
bukan aku yang mereguest biar lahir dari keluarga bapakku,
bukan aku yang reguest namboru suka sama keluargaku,
bukan aku yang reguest aku dilahirkan jadi cewe anak pertama dikeluargaku,
bukan aku yang reguest, anakmu jatuh cinta samaku,
bukan aku yang reguest, semua keluarga besar kita menyukai karakterku...
tidak loh namboru....
aku lahir dan bertumbuh apa adanya didunia ini......
kalau pun akhirnya kalian menyukaiku, tapi bukan berarti semua harus iya kan namboru. aku tidak memiliki rasa untuk anak namboru, tapi bagaimana caraku berkata seperti itu sama namboru? aku tidak punya daya untuk mengakui itu sama namboru. aku pun tidak ingin menyakiti siapapun namboru...
aku tidak menyalahkan siapapun, termasuk niat perjodohan ini... Tidak!!
hanya sajaa... aku pun ingin menikah dengan orang yang ku sukai dan ku cintai... itu saja kerinduanku namboru.
jangan berkata aku tidak ingin menikah hanya karna masih menikmati hari-hariku, bukan orang lain yang lebih menggumulkannya daripada aku sendiri. terlalu bodoh kalau aku berkata tidak ingin menikah. walaupun semalam sempat berpikir begitu: karna betapa sulitnya memilih Teman Hidup itu...
aku juga tidak pernah memikirkan pekerjaan sampe menghalangiku untuk menikah! sama sekali tidak....
justru akhir-akhir ini aku sedang jenuh dikerjaan, sempat berpikir ingin segera menikah saja, so bisa meninggalkan pekerjaan ini.
orang luar hanya melihatku dari luar saja T_T hanya karna melihatku selalu tertawa, mereka berpikir: aku selalu baik-baik saja.. :(