Translate

Jumat, 14 Agustus 2015

Ketika Engkau Telah Menjadi Tua



Dan Bila Engkau Menjadi Tua

Setiap orang dilahirkan dengan kondisi yang berbeda, waktu yang berbeda dan cara yang berbeda.. kembar sekalipun punya cerita sendiri dalam kelahirannya.
Begitu juga dalam perjalanan hidup. Setiap orang punya cara tersendiri dalam melukisnya, hingga akhirnya menghasilkan suatu lukisan hidup, apakah lukisan indah atau buruk, tergantung pilihan hidupnya. Karna hidup adalah pilihan..
Saya tidak berbicara, lukisan hidup yang indah itu hanya tentang materi dan jabatan. Bukan!!
Karna ukuran kebahagiaan seseorang juga tergantung pilihan hidupnya.
Ada orang yang berbahagia dengan materi dan jabatan yang dimiliki.
Ada orang yang berbahagia karna bisa menyerahkan hidupnya untuk menolong orang lain.
Ada orang yang berbahagia ketika dia bisa menginjakkan kakinya dibeberapa negara didunia ini.
Ada orang yang berbahagia ketika dia bisa berbaur dengan alam, menyerahkan hidupnya untuk kelestarian alam.
Ada pula yang berbahagia ketika dia bisa lepas dari kehidupan pedesaan dan sekarang bisa menikmati hidup dikota.
Ada yang berbahagia karna dia hidup dikeluarga yang penuh kasih dan sukacita.
Ada yang berbahagia ketika dia memiliki teman yang banyak.
Dan ada yang berbahagia karna dia berpikir, memang harusnya bahagia..

Yang mau saya katakan, pilihan hidupmu yang membuatmu bahagia belum tentu menjadi ukuran bagi seseorang untuk membuatnya bahagia.
Berapa usia anda saat ini? Pikirkanlah apa yang bisa membuatmu bahagia dan bersukacita.
Karna bila kamu telah menjadi tua, semuanya akan tiada berarti.
Bila kemudaanmu telah berakhir, masa-masa kesusahan pun akan menanti.

Dan bila engkau telah menjadi tua,
Mari sejenak melihat keseluruh tubuhmu, amati dan ingatlah fungsinya dengan baik.
Tiba saatnya,
MATA yang menjadi jendela hidup kita, perlahan akan memudar dalam fungsinya, bahkan engkau tidak bisa lagi menggunakannnya.
TELINGA perlahan akan beristirahat dari kebisingan dunia ini, tiada lagi keributan, tiada lagi teriakan yang terdengar. Semuanya perlahan akan menjadi sunyi.
TANGAN akan semakin tidak berdaya didalam tugas dan tanggung jawabnya dalam menolongmu menyelesaikan segala pekerjaanmu.yang akhirnya membuatmu butuh tangan-tangan yang lain untuk menolongmu mengerjakan sesuatu dalam hidupmu. Bahkan untuk menyuapkan makanan, pun tangan kita akan menyerah suatu saat.
KAKImu yang terbiasa dengan kemandirian, dimana tubuhmu berdiri tegak, juga akan menyerah kepadamu. Ada kekakuan dan rasa sakit yang kita rasa, ketika kaki ini harus menopang tubuh kita.sometimes, engkau pun akan membutuhkan alat bantu untuk menopang tubuhmu.
OTAK juga perlahan akan ikut dengan kondisi yang lain. Jika dimasa muda kita, otak kita sangat aktif dalam berpikir, ingatlah semuanya juga akan ada masanya semua itu berakhir. Engkau bahkan akan lupa dengan apa yang kamu bicarakan 5 menit yang lalu. Engkau akan lupa kalau kamu sudah makan 10 menit yang lalu. Yapp.... Engkau bagaikan kehilangan arah dalam hidupmu. 


Bagaimana dengan makanan?
Bila engkau menjadi tua, banyaknya jenis makanan didunia ini akan menjadi musuh bagi kesehatan tubuhmu.
Semua yang terlihat indah, perlahan akan menjadi lawan bagi tubuh kita yang semakin kaku.
Jantung semakin lemah dalam fungsinya,
Pencernaan semakin tidak berdaya dalam mencerna makanan,
Paru-Paru juga semakin sensitif dengan udara ataupun cuaca,
Ginjalmu semakin lemah, dan juga organ lainnya.
Bila engkau menjadi tua, masa muda hanya menjadi kenangan.
Ibarat Hujan Yang Turun..
Kita akan merindukan saat kita bisa melihat tetesan hujan turun dari langit,
bisa merasakan ketika sentuhan hujan membuat tubuh kita basah,








kita bisa berlari ketika hujan tiba2 turun dari langit.

ketika tangan kita dengan sigap membuka payung untuk melindungi kita dari hujan.







Dan kita juga bisa bersyukur kepada Tuhan ketika banyak umat yang sedang menantikan hujan.
Ketika kita menjadi tua, perlahan kita tidak akan bisa melakukan semua itu lagi ketika hujan turun.



 ****Love****





Pertanyaannya,
Orangtua kita, bila engkau menjadi tua..
Apakah “aku” bisa menjadi tangan yang baru untuknya?
Ketika dia tidak lagi mampu menggunakan tangannya dengan baik.




Apakah “aku” bisa bersabar mendengar terus menerus kepadanya?
Ketika dia selalu lupa dengan apa yang dibicarakannya berulang-ulang.

 






Apakah “aku” bisa setia berbicara dengan lembut kepadanya?
Ketika pendengarannya tidak lagi baik saat kita berbicara dan dia selalu bertanya berulang-ulang.








Apakah “aku” bisa menjadi kaki bagi mereka?
Ketika dia ingin berlari dan berlari, tapi kakinya tidak lagi bersahabat.





Apakah “aku” mau bercerita tentang dunia ini?
Ketika matanya tidak lagi bisa menikmati keindahan dunia ini..






Beberapa waktu yang lalu saya mendengar cerita dari seorang yang sudah “sangat” tua tentang keluhannya dalam ketuaannya.
Si Nenek berkata: “kamu tau, sebenarnya kami orang tua ini selalu meminta kepada Tuhan biar kami segera dipanggil”
Jujur... aku sangat tersentak mendengarnya. Pikirku: “bukankah orang2 selalu berharap umur panjang dalam hidupnya?”
Dengan polos sinenek melanjutkan lagi:
“kami orang yang sudah tua juga sebenarnya mengerti kelemahan kami, yang sudah sangat merepotkan anak, menantu dan cucu kami”
Aku langsung potong kata2 si nenek dengan bertanya: “kok bisa nek?umur berapa Nenek?”
Jawabnya:”90-an,, (aku lupa 90berapa)
“iyaa.. aku sudah memiliki pendengaran yang tidak baik. Dan ketika aku berbicara dengan anak/menantu/cucuku, aku sering bertanya dan meminta mereka mengulang apa yang mereka bicarakan. Dan seketika itu pula, nenek selalu kena bentak sama mereka. Mungkin bisa jadi bukan maksud mereka untuk membentakku, tapi karna pendengaranku sudah tidak baik, mereka berbicara dengan nada suara yang kuat. Terkadang seperti membentak nenek.
Ntahlahh...” sejenak si Nenek terdiam merenung.
“wahh.. kok bisa gitu ya Nek?” aku bingung mw komen apa.
Terus dia mendekatkan wajahnya ke arahku dan berkata: “kenapa?”
Dengan suara lembut dan mulut kudekatkan ketelinganya sambil mengelus-elus pundaknya, aku berkata:
“sabar ya Nek” yap.. dengan jawaban yang berbeda.
Si Nenek kembali dengan semangatnya bercerita:
“kakiku juga uda tidak bisa berjalan dengan normal” dia terdiam
“haahhh... semua badan ini sudah penuh dengan keluhan. Kadang hanya untuk pergi ke kamar mandi Nenek harus ngesot dari kamar. Dan Anak/Menantu/ Cucuku terkadang hanya melihatku saja. Aku pun tidak menyalahkan mereka, karna memang aku sudah terlalu merepotkan” katanya dengan menghibur diri sendiri.
“ahhh Tuhan, kenapalah Engkau memberiku panjang umur” sambung si Nenek sambil elus-elus jidatnya.
Dia merasa haus dan ingin minum. Kebetulan ada Aqua gelas didepan kami. Dia mengambil Aquanya, tapi dia tidak bisa menemukan pipetnya yang jelas-jelas ada dekat Aqua yang diambil tadi. Dengan sigap, aku ambil pipetnya dan memberikan ke tangannya.
Aku??
Terdiam beribu bahasa sambil elus-elus pundak siNenek.
Nenek yang sudah sangat tua ini, sedang bercerita dengan seseorang yang sebenarnya sangat tidak dikenalnya. Karna aku pun tidak mengenalnya. Karna waktu itu saya berkunjung ke rumah saudara saya, dan dia juga kebetulan lagi datang berkunjung ke rumah itu.
Aku tidak mengerti untuk menanggapi cerita Nenek itu.
Tapi ceritanya sungguh menjadi kekuatan dan peringatan yang keras bagiku, jika kelak Orangtuaku telah menjadi tua, aku tidak akan pernah memperlakukannya seperti itu. Bahkan kelak, ketika aku menjadi seorang menantu, aku juga tidak akan memperlakukan mertuaku seperti itu..
Aku menangis dalam hati, teringat orangtuaku saat itu.. aku berdoa dalam hati: kiranya Tuhan memberikan panjang umur bagi mereka, sehingga suatu saat dimasa tuanya, aku punya kesempatan untuk merawatnya dengan semua kekuatan yang kumiliki. :’(

Aku merenung:
“bukankah orangtua kita juga pernah muda seperti kita?”
Kenapa terkadang kita harus memandang sebelah mata ketika mereka tidak memiliki kepintaran dan kekuatan seperti kita yang masih muda ini?
Apakah kita selalu bersabar mengajari orangtua kita ketika mereka masih GapTek? Ketika mereka tidak mengerti menggunakan internet atau HP?
Masih sediakah kita menjelaskan teknologi canggih ini ketika mereka selalu menanyakan hal yang sama?
Atau pernah kah kamu berkata: “sudahlah, ini sudah jamannya anak muda, orangtua pasti tidak bisa mengerti lagi”
Haii anak muda, apakah engkau sebagai seorang anak, menantu atau cucu... ingatlah!!!
Engkau tidak lebih pintar dari mereka,
Engkau tidak lebih hebat dari mereka,
Engkau tidak lebih kuat dari mereka..
Dunia yang mereka hadapi jauh lebih keras dari dunia yang kita hadapi sekarang ini?
Nenek, Kakek kita?
Mereka sudah menikmati hidup dalam peperangan. So.. jangan merasa lebih kuat dan hebat dari mereka hanya karna kamu lebih ahli dengan teknologi dari mereka.
Orang tua kita?
Mereka jauh lebih pintar dari kita, ntah mereka sebagai orang hebat atau hanya seorang Nelayan/Petani, mereka sudah berhasil membesarkan kita dengan sempurna hingga menjadi seperti sekarang ini.

Dan Bila Engkau Menjadi Tua,
Engkau pun akan merasakan hal yang sama, karna dunia nantinya akan berbeda dengan kehidupan yang kita jalani sekarang ini.
Hei.. kita orang pintar, bila engkau menjadi tua. Engkau pun akan dipandang bodoh sama anak cucumu kelak.
Hei.. orang kuat dan hebat, bila engkau menjadi tua. Engkau pun akan minta tolong juga sama anak cucumu kelak.

Mari merenungkan kembali...
Dan berbahagialah dengan pilihanmu dimasa mudamu!!
Dan jangan lupakan masa tuamu kelak.


 Tulisan spesial kupersembahkan untuk orangtuaku R.Panjaitan & D.Simanungkalit

Jumat, 24 Juli 2015

MENYANGKAL YESUS

Renungan bagi yang meninggalkan Yesus karna dunia ini (cinta atau jabatan)
Kau pernah memujiNya dengan mulutmu
Kau pernah menyayikan pujian utk keagunganNya dengan suaramu
Kau pernah berbicara kepadaNya melalui doa-doamu
Kau pernah menangis dan bercerita kepadaNya akan masalah hidupmu
Kau pernah berlutut menyembahNya dengan kakimu
Kau pernah menari dan menari karna merasakan kasihNya
Kau pernah tertawa ketika Dia senantiasa menjagamu
Kau pernah bangga mengakui Dia Allahmu dan Juruselamatmu
Kau pernah melangkahkan kakimu di Gereja utk bertemu denganNya dalam persekutuan bersama.
Kau pernah menangis karna mengingat penderitaan yang dialamiNya ketika mati dikayu salib demi dosamu
Kau pernah beli baju baru karna sukacita merayakan kelahiranNya
Kau pernah memakai baju hitam karna berduka akan dosamu tp Dia telah menebusmu.
Kau dulu mengenalNya begitu jelas, dan dekat denganNya.
Masih ingat lagu-lagu pujian rohani yg pernah kamu nyanyikan?? T_T
Tapi kini...
Dengan mulutmu, kau telah menyangkal Dia
Dengan mulutmu, kau tidak lagi mengakui keberadaanNya
Dengan mulutmu, kau mengabaikan pekerjaanNya selama ini
Dengan mulutmu, kau melepaskan keTuhananNya
Dengan mulutmu, kau tidak lagi menganggap Dia
Dengan mulutmu, kau telah membuangNya
Dengan mulutmu, kau telah melupakanNya dengan sempurna
Dan dengan bahasa tubuhmu, kau dengan yakin menduakan Dia dari dunia ini..
Kau...
Paling mengerti alasan meninggalkan Dia..
Dunia ini mungkin sudah hal utama bagimu sekarang.
Lupakah kau,
Berapa banyak berkat yang diberikan kepadamu selama ini?
Lupakah kau,
Apa yang telah dilakukanNya utk menebusmu dari dosamu?
Lupakah kau,
Kalau kau tidak berkuasa melepaskan dirimu sendiri dari hukuman dosa?
Lupakah kau,
Darah yang menetes itu adalah penebusan untukmu?
Lupakah kau,
Dia lahir ke dunia ini utk tujuan apa?
Lupakah kau,
Dia melakukan semua itu karna mengasihimu?

Berapa harga dunia ini sehingga kamu mampu membuangNya dan menggantikan posisiNya?
Berapa cinta yang kamu dapat dari kekasihmu sampai kamu melepaskan besarnya cinta Yesus kepadamu?
Kau...
Bila masih ada kesempatan dan Tuhan berkenan kepadamu,
Kembalilah!!! Kepada imanmu yang dulu..
Dunia hanya sementara,
Cinta juga sementara,
Suami/istri hanya sementara,
Kemana kah kamu kelak ketika kamu telah berakhir dari dunia ini?
Iman percaya lah yang dapat menyelamatkanmu.
Perbuatanmu tidak akan mempengaruhi apapun kepada hukuman kekekalan dosamu..
Salam
Sentauri Panjaitan
‪#‎mohondishare‬
LineId: senta1601

Senin, 13 Juli 2015

Tutur Kata - ala Senta

Taukah Anda tutur kata sangat mempengaruhi hubungan yang baik?
Saya gadis batak, yang konon tutur bahasanya rapi dan sopan.
nah,, kalau "katanya" orang batak itu kasar, bagi saya justru terbalik. karna tutur kata orang batak sebenarnya sangat sopan..
terlihat kasar, mungkin karna "nada" suara yang sangat kuat. maklum! orang batak hidup dipegunungan, dan juga suka hidup bermasyarakat.
Hidup dipegunungan, "mungkin" perlu berteriak supaya penghuni lain bisa mendengar. hehehehe
I don't know lah kenapa bs terdengar kuat dan kasar, karna ketemu sama orang batak, ya begituuu...
dan ketika saya pulang ke kampung halaman saya, senang mendengar orang batak berbicara, walaupun terkesan dgn nada kuat bagi orang kota atau suku lain.
tapi bagi saya, itu adalah ciri khasnya..
Tutur kata bahasa "yang saya tau"

1. Mangalusi Natua-tua = jawab orang tua/ yg lebih tua
Kalau orang tua kami dulu memanggil kami, kami suka menjawab: "Aha = apa? or Ou = iya" aja.
Kesalahan pertama/koreksi: kata Bapakku, tidak sopan menjawab seperti itu.
Jawaban yang baik adalah "Ou Bapa = iya Bapak?"
dan coba perbandingkan kekasaran dari dua jawaban itu?
jawaban pertama memang terkesan sangat kasar kalau menjawab orangtua/ orang yang lebih tua dari kita.
nah kalau orang tua/ yg lebih tua memanggil kita,
jawablah: Iya Pak, Iya Bu, Iya Om, Iya Bang, Iya kak? atau iya dek?
karna kesannya lebih sopan, bukan hanya jawaban : YA saja

2. Pemakaian kata "Ho = Kau atau Hamu = Kamu"
dalam bahasa batak toba, seorang mertua tidak bisa memanggil menantunya dengan panggilan "Ho", panggilannya adalah "Hamu = Kamu"
Panggilan Ho biasanya terkesan lebih kasar. makanya jangan heran kalau pembicaraan dengan kata-kata "kau" sangat kasar kedengarannya. dan itulah bahasa anak Medan. *soriii itu bukan bahasa orang batak. :D
mulai lah berbicara dalam bahasa Indonesia dengan panggilan "kamu" bahkan didalam chatingan sekalipun biasanya kanlah dengan kata "kamu" atau singkatannya "km" bukan "kau" atau "ko".
Pertengkaran akan lebih sedikit berkurang, jika dalam perselisihan kita memakai kata "kamu".
saya memang terkesan jarang memakai kata-kata "kau", didalam chatingan atau komenan. kecuali kalo darah batak saya keluar *marah, maka saya akan mengKAUkan seseorang #masih tetap dgn catatan: seseorang yang dibawah umurku.
jika saya sedang berbicara dengan seseorang pakai bahasa "kau" biasanya nada saya agak dihaluskan. hahhaa biar gak terkesan kasar sekali.
memang harus saya akui, pemakaian kata "kamu" dikota Medan ini masih canggung. kadang sayang ingin memakai kata "kamu" tapi situasi tidak mendukung., jadi deh "kau" bahasa sehari-hari anak Medan.
pemakaian kata "kau" lebih sering digunakan dalam bahasa pergaulan dengan teman-teman dekat atau seseorang yang dibawah umur kita *itu juga kalau dia sudah dekat sama kita.

3. Bila bertemu orang baru
Jika kamu berkenalan dengan seseorang, dan belum tau usia beliau, orang batak selalu diajarkan untuk menghormati terlebih dahulu yang dikenalnya. gak heran kita sering memang "abang/kakak" sama orang baru, padahal setelah kenalan kita tahu kalau umurnya jauh dibawah kita.
apalagi dengan wajah-wajah yang gak mau tua seperti saya. wkwkkwkwkk *mau muntah? silahkan!!
percaya aja jika orang lain aku panggil abg/kakak, walau ujung2nya setelah mereka bertanya usiaku, mereka malu sendiri. hehehehe
nahh suku batak, biasanya juga langsung memanggil "ito" jika yang kenalan laki-laki dan perempuan.
kenapa begitu? karna panggilan ito tidak memandang usia siapa yang lebih tua...

 4. Tutur kata dalam kalimat
Jika yang lebih tua, panggillah dia "Abang atau Kakak"
Nah, yang sering kita lupakan adalah, sering kita mengikut sertakan "kau atau kamu" dalam memanggil orang yang lebih tua dari kita.
Misal: "Buku ini punyamu kak?"
nahh kalimat ini tidak sopan bagi orang batak *ajaran yg saya dengar.
yang benar "Buku ini punya kakak?"
kenapa begitu? karna menurut ajaran yg saya dengar, kalau ada penggunaan kata "mu, kau, atau kamu" dalam satu kalimat, itu sama saja kita tidak mengakui panggilan "kakak/abang/adek/tulang/amang bao/ Om atau panggilan lainnya" dalam kalimat itu.
yang artinya kita sedang meng"kau"kan orang itu..
hilangkan kata-kata itu didalam kalimatmu jika sedang berbicara dengan sebutan orang lain.
atau contoh lagi: "Awas kau ya dek" ubahlah menjadi "awas adek ya"
yakinlahhh orang batak sebenarnya sangat sopan jika berbicara dalam jalurnya. :D :D


http://batak.web.id/wp-content/uploads/2012/09/Batak-Web-ID-Logo-facebook-Batak-twitter-Batak-Forum-Batak-Angkola-Karo-Mandailing-Pakpak-Simalungun-Toba.jpg


   

Jumat, 03 Juli 2015

Selamat Ulang Tahun Dek Sica Nadapdap

03 Juli 2015

dulu tidak pernah melihat tanggal ini bagian dari tanggal yang istimewa,
tapi bagi seseorang, tanggal ini sangat istimewa. karna setiap tanggal ini, pasti ada kata-kata syukur yang dia ucapkan kepada sang Khalik, dan juga evaluasi untuk apa yg terjadi didalam hidupnya.
pernah menulis tentang dia,
tapi berhubung hari ini hari istimewanya, saya ingin menulis tentang dia lagi.
sembari memenuhi blog ini, karna bulan Juni belum ada tulisanku. :D

hei kamu,,,
pasti ada air mata yang menetes hari ini kan? ntah itu tengah malam tadi, atau pagi hari ini, air mata pasti jatuh.
ntah itu karna kesedihan atau kebahagiaan, air mata menjadi hadiah diawal hari ini kan? :p :p
*akkhhhh terkesan mengungkit kesedihan ya

kamu tau istimewanya seorang wanita?
"karna dengan airmatanya, dia tetap bisa berdiri melawan kepahitan dunia ini.
"karna dengan airmatanya, dia tetap bersyukur kepada Tuhan sekalipun ada sakit yg menghantam hatinya.
"karna dengan airmatanya, dia bisa tetap bertahan, ketika dia harus kehilangan sesuatu yg dicintainya.
"karna dengan airmatanya, aku tetap bisa ngerjain dan bully dia karna itulah caraku menghiburnya.

seberapa spesial dia?
spesialnya seseorang tidak akan pernah bisa diukur dengan apa yang ada didunia ini, *termasuk kamu
karna apa?
Tuhan menciptakan seseorang itu dengan kelebihan dan keunikannya sendiri.
kamu spesial di mataNya, sang Penciptamu,
dan kamu indah bagi kedua orangtuamu,
dan kamu istimewa buat adek2mu,
dan kamu tak akan tergantikan oleh siapapun bagi sahabat-sahabatmu,
dimana bisa menemukan wanita sepertimu?
itu ada dirumahmu, dimana kamu dilahirkan dan dibesarkan dengan kasih sayang.

kuatkah dia?
dia tidak kuat, sungguh cengeng dan sangat lemah...
karna alasan itulah, hari ke hari dia selalu membutuhkan Tuhan dalam hidupnya, yang akan memberi kekuatan baginya dan memberi kemampuan baginya untuk menjadi berkat bagi orang disekitarnya.
dia memerlukan Tuhan setiap saat, yang akan memakaimu menjadi luar biasa didalam rencanaNya.
tiada seorang pun didunia ini bisa kuat tanpa mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.
dan kamu wanita, telah mengerjakan itu...
tetaplah menjadi pribadi yang bersandar terus kepada Tuhan, dan mengandalkan Dia dalam hari-harimu ke depan.

Pernahkah dia terjatuh dan merasa gagal?
pastinya setiap orang pernah merasakannya, merasa tidak berdaya dan tiada guna.
dia juga pernah merasakan hal yang sama, mendengar dia menangis tersedu-sedu dan berkata: kenapa aku harus gagal? she say: "kak sen, aku gagal. aku harus gimana"
dan aku pun mendadak terdiam, ilmu menghiburkan langsung hilang..
karna aku tau, kata-kata penghiburan tidak akan terlalu berguna baginya saat itu. aku hanya bisa bilang: "dek.. rencana Tuhan yg indah itu tetap berlaku kok sampai kapan pun dan untuk siapapun" kurang lebih hanya bisa berkata itu kepadanya.
dan waktunya membuktikan, dia kembali menjadi pemenang. karna akhirnya dia bisa tersenyum dan selalu berkata: "aku percaya kepada Tuhanku"

seberapa hebat dia?
dia hebat karna memiliki hati yang begitu baik dan polos, juga apa adanya..
saya tidak melihat kehebatan orang dari apa yang melekat ditubuh seseorang ataupun apa yg pekerjaan dia, dimana dia kuliah dan bla bla... saya tidak melihat dari kacamata dunia.
tapi saya melihat dari bulatan kecil yang ada dimataku dan sentuhan lembuh dihatiku *eaaaaakkk :D
yapp aku melihat dengan hatiku.
aku pernah berbicara "secret" dengan hohas about something, dan bilang solusi gini: kak.. coba tanya Yesica, soalnya dia orangnya fair ajaaa"
cieehh ciehh dapat pujian dari Tulangnya (malaikat kita)
dan aku sangat menyetujui itu....
karna wanita ini bisa sumber kekuatan seseorang. #aku sih berharap lebay dalam menulis ini. :D :D

heii.. berapa tetes air mata yang sudah jatuh?
belum sah rasanya kalo aku belum menambah tetesan air mata itu.. uhkk

CINTA
aku melihatnya seorang wanita luar biasa, yang mau memperjuangkan cintanya dengan hebat!
kamu tahu, dunia melihat itu suatu kebodohan..
apa kata orang? "hellloww jangan terlalu bodoh jadi wanita, dan bla bla"
pertanyaannya, "nahh.. apa yang bisa seseorang begitu berjuang untuk orang lain? jawabannya: Cinta Kasih
Rohaninya, apa yang bisa membuat Tuhan Yesus datang kedunia, mati, disalibkan dan dibangkitkan kembali? Jawabannya CINTA KASIH
bukankah dunia memandang pengorbanan Yesus adalah hal kebodohan?
tapi "yang bodoh" yg dipandang dunia itu, karnaNya lah kita bisa selamat.
berbanggalah kalo kamu bisa mengorbankan hatimu, egomu, dirimu sendiri demi orang yang kamu sayangi dan cintai. sekalipun kasih itu tidak selamanya berbalas dengan kasih sayang, tapi bersyukurlah, karna kamu mampu melakukannya dengan baik.

Hei Yesica Nadapdap..
aku selalu bersyukur kepada Tuhan karna bisa mengenalmu dengan baik, dekat denganmu, berbagi kehidupan denganmu, mau menangis dengan kakak, mau berbagi beban sama kakak,
bersyukur karna melihatmu, aku bisa melihat karya Tuhan yang sudah membentukmu sangat sempurna.
walau usia masih muda, sudah sangat dewasa dalam menghadapi hidup.

Aku pun tidak berkata kamu manusia sempurna, karna kesempurnaan hanya milik Tuhan saja.
aku gak memiliki keberanian untuk berlebay ria, nanti Tuhan marah samaku. hehhehe
karna memang hidup selalu penuh perjuangan, pembentukan karakter, yang akan membuat kita semakin serupa dengan Kristus...
selamat menikmati setiap polesan yang Tuhan izinkan terjadi dalam hidupmu, yang akan menjadikanmu menjadi Bejana Yang Berharga dan Mulia di hadapan Tuhan kita.
kadang harus menahan sakit ketika polesan itu datang, ketika bentukan itu menyapa kehidupan kita.
kadang air mata pun tak cukup untuk menandakan rasa sakit yang kita rasa,
tapi yakinlah, tujuan semua itu hanya satu: kamu menjadi pribadi yang semakin serupa dengan Allah.

Bersabarlah!
adalah kata yang tidak hentinya kakak sampaikan untukmu ketika pergumulan hidup menghampiri.
kenapa sering berkata itu?
kalau aku menasehati dan berkotbah, ku pikir: kamu pasti sudah tahu yg aku pikirkan.
"bahwa Rencana Tuhan itu indah, baik, dan damai sejahtera"
tak perlu lagi kakakmu mengkotbahi itu. makanya hanya bisa berkata: bersabarlah
bersabarlah ketika hatimu diuji, ketika imanmu diuji, ketika kepercayaanmu diuji (belajar dari Ayub).

So.. adekku yg manis tapi tidak cantik.. (hahhahaha) *sesuai yg km BBM semalam, kamu tidak cantik
Selamat ulang tahun lah untukmu ya dek
Selamat menikmati usia yang baru
Selamat bertambah usia
Selamat menikmati hari-hari yang baru *masih tetap dengan Allah
Selamat berjuang di usia baru
Selamat berperang dengan tantangan-tantangan baru
Selamat berbahagia dengan rencana2 Tuhan
Selamat melihat karya Tuhan di hari2mu kelak
Selamat menanti rencana baik dari Tuhan
Selamat telah kena bully dariku terus-terusan

hihihihii



Yesica Nadapdap


 Pelukkk pelukkkkk






Jumat, 08 Mei 2015

Kesembuhan or Move On



Luka

ketika kita mengalami luka ditubuh, sikap yang biasanya kita lakukan ada mengobatinya. karna bila dibiarkan, bisa menjadi infeksi, dan menyebabkan luka semakin parah, dan bisa terjadi pembusukan.
demikian dengan luka di hati...
ahhhh
hal wajar setiap orang yang hidup pernah mengalami luka di hati.
perbedaannya hanya di faktor penyebab luka itu. apakah karna keluarga, teman, kerabat, atau siapapun.
Luka dihati yang paling sering disebabkan karna hubungan yang tidak baik dengan keluarga, dan juga hubungan kekasih..
Luka yang paling susah disembuhkan ya ini...

kalau kita menyadari kalo kita sedang terluka, pasti sebagai orang normal, kita akan berjuang untuk keluar dari luka itu, berusaha untuk menyembuhkannya atau istilah "move on"
nah yg paling berbahaya adalah ketika kita tidak menyadari kalau kita sudah terluka, merasa baik-baik saja, merasa selalu bisa mengampuni, dan merasa selalu kuat ketika sekitar selalu menyakiti kita.
bagiku, sama aja dengan istilah "diri sendiri tidak menyadari luka yg tergores" bahkan luka sudah mengeluarkan darah, dan ada banyak tetesan darah, dan bisa aja luka sudah mulai membusuk dan merembes ke hal lain..


bagaimana hal itu bisa terjadi?
kita terlalu fokus dengan kehidupan kita yang lain. membenarkan dan membela diri sendiri, yang seolah-olah kita adalah makhluk kasih yang bisa melupakan apapun yang melukai hati dan perasaan kita..
kita tidak sadar, kalau luka terjadi, maka kita harus menyembuhkannya, bukan melupakan atau membiarkannya...

apa kata Firman Tuhan tentang Luka dan Pengampunan?
yaa... Firman berkata kalau kita harus mengampuni orang yang menyakiti kita?
tapi tidak ada ajaran atau tertulis kalau mengampuni itu hanya sekedar melupakan atau pura-pura lupa *tepatnya.
merohanikan sikap kita seolah-olah dengan berdiam diri, kita sudah mengampuni seseorang dan telah mengobati luka kita.

adakah kamu merasakan luka saat ini?
Obati dan sembuhkanlah.....!!




tidak ada kepura-puraan dalam hidup ini.
jadilah orang yang selalu ceria dalam hidup, tanpa harus ada bayangan orang-orang yang menyakiti kita.
bahkan ketika cintamu menghalangimu untuk mengobatinya, tetap DO IT...

cintamu jangan sampai menghalangimu untuk berbahagia!
semua ada waktunya, dan segeralah move on.....
ada beberapa langkah untuk bisa direnungkan, apakah lukamu sudah sembuh atau tidak
a. review kembali what your problem?
b. siapa yang terlibat dan kenapa bisa terjadi?
c. Pelajari kembali hubungan kalian, sudah baik atau masih ada keengganan satu sama lain
d. Bila hubungan kalian tidak baik, dan kalian telah memilih jalan masing-masing
   ingat!! itu tidak berarti luka kalian sudah sembuh. justru kalian sedang melupakan kalau ada luka yg harus disembuhkan..
berdiam dan tidak menjalin komunikasi, bukanlah hasil dari kesembuhan luka..
e. Jika sudah sadar akan luka yg kamu masih alami,. tidak ada yg salah jika kamu menangisinya kembali. walaupun itu sudah kisah lama atau luka yg sangat lama..
    beri waktu sejenak untuk merasakan luka itu kembali, merasakan kembali goresannya. itu lebih baik bagimu, jika luka itu tergores lagi, karna dengan sakit yg kamu rasakan,
akan menyadarkanmu, luka itu memang harus disembuhkan. karna kamu bukan orang yang mau merasakan luka yang sama di waktu berikutnya bukan?
bahkan ketika kamu melihatnya bahagia, atau ketika dia menyakitimu kembali, luka yang dulu sembuh, telah benar-benar sembuh.
dan ketika orang berbicara tentang dia, tidak ada rasa beda yg kamu rasakan.
dan tidak akan menghalangimu lagi bertumbuh dan berbahagia..









 beranjaklah dari dudukmu, ambil obatnya dan sembuhkan lukamu!!
maka Tuhan akan menolongmu untuk mengeringkan luka itu.
bahkan Dia akan mengutus seseorang yang membantumu untuk membersihkan lukamu dan merawatmu sampai benar-benar sembuh.
itulah Teman Hidupmu yang sejati....
bersabarlah dan berdoalah, tetap mengandalkan Tuhan!!
kalau kamu sudah sembuh, maka akan Tuhan utus dia yang benar2 menjagamu supaya tidak akan pernah terluka lagi....