Translate

Jumat, 22 April 2022

Bolu Pisang Kukus

 Bahan :

2 butir telur

6 buah pisang ambon

5 sendok penuh tepung terigu

1 Sdt baking

1 Sdt soda

2 Sdt TBM

2 sendok penuh minyak goreng

Gula secukupnya (sesuai rasa)


Cara membuat

1. Pisang dihaluskan terpisah

2. Kocok sampe mengembang/putih (menyesuaikan kelembutan yg disuka aja) yg penting gula sampe mencair

    Telur, gula, baking, soda, TBM

3. Campurkan tepung terigu sambil aduk perlahan

4. Campurkan pisang, aduk perlahan sampai tercampur sempurna

5. Masukkan minyak goreng, aduk sampe minyak tercampur rata

6. Siap utk dimasak (pastikan sebelum adonan dikukus, kukusan sudah dipanasi dulu)

Kamis, 17 Maret 2022

Resep masak ikan sarden

 Bahan :

1 kg : ikan sarden/ ikan dencis (taburi air asam, biarkan 10 menit)


Bumbu dihaluskan :

3 biji cabai merah (pedas sesuai selera)

10 biji bawang merah

8 biji bawang putih

2 cm Jahe

2 cm lengkuas


Bumbu lain :

2 biji tomat besar direbus sampai matang, buang kulit (blender)

2 batang sere

2 lembar daun salam

3 SDM saos tomat

1sdt gula

1 sdt saos tiram  

garam secukupnya

1 liter air


Cara Memasak :

1. Tumis bumbu halus + batang sere + daun salam sampai wangi

2. Jika sudah wangi, tambahkan tomat yg blender. aduk2 kembali sampai matang sempurna

3. Tambahkan air

4. Tambahkan garam, gula & saos tiram. test rasa sampai benar2 pas

5. Masukkan ikan (pastikan ikan tergenang air)

6. Masak dgn api normal sampe air mendidih, jika sudah mendidih api diperkecil. 

7. Biarkan sampe 1.5 - 2 jam. Semakin lama dimasak, tulang ikan akan semakin lunak.



Senin, 11 Oktober 2021

11 Oktober 2021

 Pak...

aku selalu merasa kepergianmu masih baru kemaren. ternyata itu sudah 5 tahun berlalu Pak. 

kami sudah menjalani kehidupan 5 tahun tanpamu. secepat itu waktu berlalu pak...


kalau baca tulisan2ku dari awal kepergianmu, sampai akhirnya aku kehilangan kemampuan utk menulis..

sudah banyak hal terjadi dalam hidup kami pak, (khususnya aku pribadi)

yaa.. saat ini, aku sudah punya anak pak, cowo yg sangat ganteng.. aku sll berdoa dan berharap dari aku masih mengandungnya, supaya dia kelak menjadi sepertimu. pintar dan baikmu itu loh pak.. yg ku sadari, apa yg kumiliki (otak dan hati) kemungkinan juga turun darimu pak..

aku selalu berharap, pahoppumu ini sepertimu, mengikuti jejakmu. setidaknya biar ada pengobat rasa rindu kami kepadamu...

5 tahun kepergianmu, aku sedang baik-baik aja pak. walau kemaren sempat ngedrop krn covid (malah kepikiran sudah akan menyusul kalian disana) tapi ternyata Tuhan masih memberiku kesempatan Pak.

mungkin Tuhan msh berbelas kasian kepada pahoppumu yg masih kecil. ahh syukur x lah sama Tuhan ya Pak.

dari semua yg ku syukuri saat ini, cuma satu yg masih jd pergumulanku pak. yg masih membuat hatiku sedih saat ini, yg suka buat airmata jatuh, yg buat ku tidak berdaya, yang membuatku seolah tak berguna, yg membuatku merasa jd gagal, yaitu hubunganku sama simatuaku pak e..

ahh pak,, andaikan kamu bisa melihat dari sana, Bapak pasti sangat tahu kondisiku ini.

ini semua diluar yg terpikirkanku pak e,, bahkan ku berpikir apa yg ku tabur selama ini selama hidupku, akan ku tuai jg dipernikahanku. ternyata tidak pak! dulu orang2 suka komen samaku, katanya aku pasti jd menantu yg sangat  baik kelak, pasti calon mertuaku akan sangat senang dapat menantu sepertiku katanya, melihat caraku peduli dan perhatian ke orang2 dan orangtua2 yg ku jumpai.pastilah aku org yg akan sayang sama menantu, dan bla blaaa...

dan aku terlalu percaya diri dulu ya pak :'( 

karna ternyata kenyataannya sangat terbalik Pak e. aku seperti orang tak berguna sebenarnya saat ini sebagai seorang menantu Pak (ahh bapak ngerti maksud hatiku ini)

sepahit kehilanganmu dulu, sepahit itu juga yg kurasakan saat ini sebagai parumaen Pak. bukan karna aku membenci, bukan karna tidak menerima tapi karna kehadiranku yg 'seperti' tidak dianggap ini pak, membuatku sedih tiap saat.

terkadang aku merasa membenci diriku sendiri, sama besanmu semua aku bisa dekat, semua mertua anakmu, mertua simarta, semua sangat dekat samaku, bahkan ku tau mereka jg sayang samaku. bisa ketawa2, kompak kalau jumpa sama mereka.

tapi aku sering mempertanyakan diriku sendiri, kenapa justru aku tidak bs sama mertuaku seperti ini? sedih rasanya pak e.

sering aku menghayal, jika engkau masih ada pada saat pernikahanku, apakah mungkin beda nasibku pak? apakah mungkin kesalah pahaman itu bisa dihindari? ahhhh.... gak ngerti lah....

itulah yg jd pergumulanku saat ini pak e,,, dimana aku merasa gagal.

dulu cuma satu impianku, dimana kalian bangga memiliki putri sepertiku, tidak membuat kalian malu.

tapi saat ini, aku mungkin telah mempermalukan kalian pak, karna aku belum bisa jadi menantu yg baik, belum bisa mengambil hati mertua, belum seperti yg kita harapkan pak... karakter yg selama ini telah ku bentuk, ternyata sia-sia pak... karna aku tidak hasea katanya Pak,

bapake...

5 tahun kepergianmu, mungkin inilah bagian yg kusampaikan padamu, yg mungkin emak dan semua keluarga panjaitan tidak tau situasiku ini Pak...

terlalu berat dihatiku pak e, tidak tau harus ku sampaikan ke siapa pergumulan ini :( 

 

ini semua salahku pak e..... (mungkin)

Senin, 07 Desember 2020

11 Oktober 2020

Waktu cepat berlalu....

yap.... 4 tahun kami tanpamu among... khususnya tahun ini, 2020 hening berjalan tanpa kebisingan dan kesibukan.

bagaimana tidak, sesuatu menyerang kehidupan manusia, yang memaksa kita untuk banyak berdiam diri dirumah...

eh among,, masih ingat kegilaanku sama diri sendiri kala masa kritismu? berbicara ke diri sendiri, seolah mengancam, gak tau mengancam apa dan siapa.. "gak akan menikah kalau bapak pergi"

yang ku kira, ancaman itu akan membuatmu bertahan bersama kami..... 

dan memang setelah kepergianmu, niatku untuk menikah atau dekat dengan pria itu sangat malas, sampe dikatain "mati rasa" sama orang-orang...

mereka tidak tau soalnya apa bisikan gilakku saat among pergii.. beneran tidak niat banget nikah...

gak bisa bayangin soalnya akan nikah tanpa sosokmu, apalagi kata orang, pernikahanku yg paling among tunggu, asa lengkap ninna anak dohot boru marhasohotan...

jadi beban? sangattt.... siapa sih anak/boru yg tidak ingin bahagia-in ortunya?

3 tahun setelah kepergianmu, keinginanmu baru terjawab... yappp,,, 

borumu ini menikah juga akhirnya,, siap juga diajak menikah.. tidak seperti dulu2, malas kalau ada yg ajak nikah hihihi

dan lucunya, bapak tau aku menikah sama siapa? 

sama laki-laki yg mimpiinmu 1 hari sebelum kepergianmu, dengan segala pesanmu dimimpimu sama pria itu. pria yg sebenarnya sudah pernah bertemu denganmu sewaktu kita berobat ke jakarta awal 2016..

bapak tau bagian lucunya lagi,, dia anaknya orang yg bapak kenal sangat dekattt lagi... kalau kata mamak sih "ehh ba ale2 ni bapakmu do amangborumu i" 

aissshhhh,,, kok serasa terlambat kali lah pernikahanku itu ya pak e.. gak bisa ku bayangkan, betapa komplitnya bahagiaku andaikan bapak masih ada kemaren... pasti lah kalian dua ketawa2 kan pak, sama amang (mertua)? marlawak ma hamu nadua toruss... soalnya sarupa parekkel do hamu nadua..

borumu si tukang tangis ini, gak bisa memungkiri selama pesta, bawaannya pengen nangis...

mengingatmu yg tidak ada, mengingat kebaikan orang, mengingat semua orang yg hadir dipesta dari parboru. membuatku semakin merindumu.. Among yang menabur, tapi kami ikut menuai.. melihat respon dan kehadiran undangan parboru.
Dalam "tidak ada"mu pun, mereka tetap hadir. dang tarida au naso maramong dibaen akka tondong dohot dongan adatmu pak e.... terbaiklah memang among kami ini..

benerlah,,, apa yang kita tabur akan kita tuai... bahkan saat sudah tiada pun didunia ini, orang2 tetap mengingatmu, yg sangat pintar dan baik dalam hal adat itu :-)

andaikan bapak bertahan 4 tahun ini, nga lengkap be kerinduanmu pak, mar-parumaen, mar-hela, mar-pahoppu sian anak boru..

ahh andaikan lah ya,,, andaikannn....

ada rindu yg selalu menyapamu tiap hari, tiap saat.. apalagi kalau uda memasuki bulan oktober. kenangan2 akhir bersamamu sudah mulai bermunculan.. 

03 Oktober 2016 sd 14 Oktober 2016 : hari gak tidur sedunia bagiku saat itu...

mulai bapak sakit, sampe akhirnya diantar ke tempat peristirahatan, dang olo nok mata modom..

dan lucunya, badanku tidak ada sakit sama sekali.. aku masih ingat, 15 Okt  waktu namboru sidempuan kusut badanku, terkejut dengan kondisi badanku. katanya sih (katanya) sampe dikepala juga uda full angin semua... terus mama jawab: "gimana gak angin semua, dia gak ada tidur sama sekali dari kemaren karna jaga bapaknya terus"

eh tahe,, disuruh pe iba modom antong, so hea olo au tikki i. sai ninna rohakku, "asa malum bapakki molo hu jaga terus" selalu ngomong gitu sama diri sendiri..



Medan, 11 Oktober 2020

 


Arvindo Simatupang "Alusni tangiang"