Jika kau..
Jika kau tak pernah merasa sakit, Bagaimana kau tahu bahwa AKU penyembuh?
Jika kau tak pernah pergi tanpa kesulitan, Bagaimana kau tahu bahwa AKU Pelepas?
Jika kau tidak pernah menghadapi pencobaan, Bagaimana kau dapat memanggil dirimu pemenang?
Jika kau tidak pernah merasa sedih, Bagaimana kau tahu bahwa AKU Penghibur?
Jika kau tidak pernah berbuat kesalahan, Bagaimana kau tahu AKU Pengampun?
Jika kau tahu segala hal, Bagaimana kau tahu bahwa AKU dapat menjawab pertanyaan-pertanyaanmu.
Jika kau tidak pernah berada dalam kesulitan, Bagaimana kau tahu bahwa AKU akan datang untuk menyelamatkamu?
Jika kau tidak pernah hancur, Lalu bagaimana kau tahu bahwa AKU dapat memulihkanmu?
Jika kau tidak pernah menghadapi masalah, bagaimana kau tahu bahwa AKU dapat menyelesaikannya?
Jika kau tidak mengalami beberapa penderitaan, Lalu bagaimana kau tahu bahwa kau dapat melaluinya?
Jika kau tidak pernah melaui api, Lalu bagaimana kau menjadi murni?
Jika AKU memberikan semua barang kepadamu, Bagaimana kau akan menghargainya?
Jika AKU tidak pernah mengoreksimu, Bagaimana kau tahu bahwa Aku mengasihimu?
Jika kau punya semua kemampuan, Bagaimana kau belajar bergantung kepada-KU?
Jika hidupmu sempurna, Lalu untuk apa engkau memerlukan AKU?
***
Renungkanlah bahwa setiap insan mempunyai kelemahan dan penderitaan-nya
masing2, tetapi bersama YESUS kita menjadi lebih dari pemenang.
Translate
Sabtu, 23 November 2013
Jumat, 22 November 2013
God is The Answer....
I believe You are the answer to every tear I've cried
I believe that You are with me,
My rising and my light.
Give me strength when I am weary
Give me hope when I can't see
Through the crosses I must carry
Lord, bind my heart to Thee
That when all my days are over
and all my chores are done,
I may see Your risen Glory
Forever where You are.
https://www.youtube.com/watch?v=uNvJx0XhvVA
benar-benar lagu yang sangat memberkatiku saat ini.
tadi malam, aku benar-benar menangis sama Tuhan, mengakui ketidakmampuan dan kelelahanku.
aku terlihat terpuruk... dengan pagi hari, mata sudah bengkak. astaga.....
benar-benar tangisan terparah yang pernah kurasakan. takut menghub kakakPA, mendengarku sangat terpuruk kali, karna kakak itu pasti akan sangat kuatir.. kakak yang selalu berkata: "kamu adalah wanita tangguh". kata2 itu selalu terngiang dalam setiap tangisanku.
so aku hanya bisa menikmati keterpurukan itu sendiri.
berkata kepada Tuhan: "God,, who am I?"
kenapa begitu sakit bentukan ini Kau berikan untukku?
jalan apa yang ingin Tuhan tunjukkan kepadaku?
jika kerinduan pelayanan sepaket dengan penyertaanMu, apa yang harus ku kerjakan sekarang?
bahkan semuanya terlihat menakutkan untukku. **seruku pada Tuhan.
sangat menyesali keterpurukanku, mengakui pada Tuhan kalau pikiran dan karakterku juga sudah rusak karenanya. bahkan tidak ada lagi waktu untuk mikirin hal lain.
ketika malam hari datang, aku mikirin pelayanan ini sebelum menutup mata.
ketika pagi hari datang, pertama yang melayang diotakku adalah masalah pelayanan ini.
ketika aku bekerja, bayangan pelayanan ini selalu mengganggu konsentrasiku.
yapp... pikiranku benar-benar telah rusak.
maaf Tuhan, bukan ingin mencuri bagianMu... sulit aja menghandle pikiran ini untuk tetap tenang, ketika aku jelas tau, semua persiapan masih gelap. belum ada satu titik cahaya yang bs menerangi arahnya acara ini.
ketika pujianMu terdengar, berkata "bergandeng tangan melayani Tuhan"
saat itu aku tersadar, "God... bagaimana aku bergandengan tangan, jika satu orang pun tidak ada yang mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan ini. berungkali aku mengulurkan tangan ini, tapi semuanya kaku terdiam" aku sendiri... hanya ada aku dan Engkau.
bukan karna mengeluh dengan kesendirian, tapi aku benar-benar butuh dukungan.
God.. Engkau hanya memberiku dua tangan, satu kepala, satu badan dan dua kaki..
itu kesempurnaan yang Engkau berikan untuk setiap ciptaanMu, tapi kenapa rasanya saat ini aku butuh lebih, butuh tangan lagi, kepala lagi, badan lagi dan kaki lagi.
sudah kesekian kalinya aku mengalami terpuruk dalam pelayanan ini.
sudah kesekian kalinya aku berkata "ku ingin mundur"
sudah kesekian kalinya juga Engkau tetap membangkitkanku dan membuatku mampu berdiri lagi.
Aku tau Engkau selalu melihatku dari sisiku yang mau bangkit dan berbalik.
tapi God... kan ga bagus juga aku jatuh, aku bangkit, aku jatuh lagi, aku bangkit lagi, aku mengeluh, aku menikmati, aku mengeluh lagi, aku menikmati lagi, aku stres, aku berserah, aku stres lagi, aku berserah lagi.
more more more... gitu-gitu aja perjalanan ini.
aku suntuk aku menulis uneg-unegku, untuk kesekian kalinya.
benar-benar da ga sehat lagi pikiran dan karakterku..............
bisakah kali ini aku berkata "Aku menyerah..?"
kepasrahanku tadi malam...............
but now...
untuk kesekian kalinya Dia terus menopangku dan menguatkanku.
Pagi ini Dia mengirimkanku lagu pujian yang bisa menguatkanku.
bagiku itu bukan suatu kebetulan, tapi itulah cara Tuhan untuk mengatakan kepadaku:
"Bahwa Aku akan tetap bersamamu selamanya"
okelah Tuhan, jika itu kehendakMu, tetaplah menolongku mengerjakan pelayanan ini. jangan hanya memberkatiku Tuhan, tapi berkati juga satu timku di sie acara, berkati teman2ku perangkat acara, berkati teman2ku NH, sehingga kami boleh bersatu mengerjakan pelayanan ini.
Mohon berikan beban yang sama dihati mereka, seperti Engkau menaruhkan beban dihatiku.
Jangan hanya memberiku hikmat dalam memanajemen waktu, tapi hal yang sama juga berikan bagi mereka ya Tuhan, sehingga kami sama2 memiliki waktu untuk mengerjakan pelayanan ini.
Jika Engkau selalu menopangku, hal yang sama juga kiranya Tuhan mengerjakannya bagi mereka. karna aku juga tidak tau masalah apa yang mereka hadapi dalam hidup mereka, biar Engkau menopang mereka dan mereka mendapat kesempatan melihat karyaMu dalam hidup mereka.
Kalaupun kondisi kesehatanku lagi tidak baik, tapi tidak bagi mereka. Tolong jagain kesehatan mereka ya Tuhan. berkati fisik dan jasmani mereka. walaupun cuaca lagi tidak baik, biarlah kasihMu yang tetap menaungi mereka dari virus2 penyakit. jagain mereka untukku dan juga untukMu.
dan untuk kesekian kalinya lagi aku berkata:
"hanya dalamMu aku serahkan pelayanan ini" Amin. :*
I believe that You are with me,
My rising and my light.
Give me strength when I am weary
Give me hope when I can't see
Through the crosses I must carry
Lord, bind my heart to Thee
That when all my days are over
and all my chores are done,
I may see Your risen Glory
Forever where You are.
https://www.youtube.com/watch?v=uNvJx0XhvVA
benar-benar lagu yang sangat memberkatiku saat ini.
tadi malam, aku benar-benar menangis sama Tuhan, mengakui ketidakmampuan dan kelelahanku.
aku terlihat terpuruk... dengan pagi hari, mata sudah bengkak. astaga.....
benar-benar tangisan terparah yang pernah kurasakan. takut menghub kakakPA, mendengarku sangat terpuruk kali, karna kakak itu pasti akan sangat kuatir.. kakak yang selalu berkata: "kamu adalah wanita tangguh". kata2 itu selalu terngiang dalam setiap tangisanku.
so aku hanya bisa menikmati keterpurukan itu sendiri.
berkata kepada Tuhan: "God,, who am I?"
kenapa begitu sakit bentukan ini Kau berikan untukku?
jalan apa yang ingin Tuhan tunjukkan kepadaku?
jika kerinduan pelayanan sepaket dengan penyertaanMu, apa yang harus ku kerjakan sekarang?
bahkan semuanya terlihat menakutkan untukku. **seruku pada Tuhan.
sangat menyesali keterpurukanku, mengakui pada Tuhan kalau pikiran dan karakterku juga sudah rusak karenanya. bahkan tidak ada lagi waktu untuk mikirin hal lain.
ketika malam hari datang, aku mikirin pelayanan ini sebelum menutup mata.
ketika pagi hari datang, pertama yang melayang diotakku adalah masalah pelayanan ini.
ketika aku bekerja, bayangan pelayanan ini selalu mengganggu konsentrasiku.
yapp... pikiranku benar-benar telah rusak.
maaf Tuhan, bukan ingin mencuri bagianMu... sulit aja menghandle pikiran ini untuk tetap tenang, ketika aku jelas tau, semua persiapan masih gelap. belum ada satu titik cahaya yang bs menerangi arahnya acara ini.
ketika pujianMu terdengar, berkata "bergandeng tangan melayani Tuhan"
saat itu aku tersadar, "God... bagaimana aku bergandengan tangan, jika satu orang pun tidak ada yang mengulurkan tangannya untuk menggenggam tangan ini. berungkali aku mengulurkan tangan ini, tapi semuanya kaku terdiam" aku sendiri... hanya ada aku dan Engkau.
bukan karna mengeluh dengan kesendirian, tapi aku benar-benar butuh dukungan.
God.. Engkau hanya memberiku dua tangan, satu kepala, satu badan dan dua kaki..
itu kesempurnaan yang Engkau berikan untuk setiap ciptaanMu, tapi kenapa rasanya saat ini aku butuh lebih, butuh tangan lagi, kepala lagi, badan lagi dan kaki lagi.
sudah kesekian kalinya aku mengalami terpuruk dalam pelayanan ini.
sudah kesekian kalinya aku berkata "ku ingin mundur"
sudah kesekian kalinya juga Engkau tetap membangkitkanku dan membuatku mampu berdiri lagi.
Aku tau Engkau selalu melihatku dari sisiku yang mau bangkit dan berbalik.
tapi God... kan ga bagus juga aku jatuh, aku bangkit, aku jatuh lagi, aku bangkit lagi, aku mengeluh, aku menikmati, aku mengeluh lagi, aku menikmati lagi, aku stres, aku berserah, aku stres lagi, aku berserah lagi.
more more more... gitu-gitu aja perjalanan ini.
aku suntuk aku menulis uneg-unegku, untuk kesekian kalinya.
benar-benar da ga sehat lagi pikiran dan karakterku..............
bisakah kali ini aku berkata "Aku menyerah..?"
kepasrahanku tadi malam...............
but now...
untuk kesekian kalinya Dia terus menopangku dan menguatkanku.
Pagi ini Dia mengirimkanku lagu pujian yang bisa menguatkanku.
bagiku itu bukan suatu kebetulan, tapi itulah cara Tuhan untuk mengatakan kepadaku:
"Bahwa Aku akan tetap bersamamu selamanya"
okelah Tuhan, jika itu kehendakMu, tetaplah menolongku mengerjakan pelayanan ini. jangan hanya memberkatiku Tuhan, tapi berkati juga satu timku di sie acara, berkati teman2ku perangkat acara, berkati teman2ku NH, sehingga kami boleh bersatu mengerjakan pelayanan ini.
Mohon berikan beban yang sama dihati mereka, seperti Engkau menaruhkan beban dihatiku.
Jangan hanya memberiku hikmat dalam memanajemen waktu, tapi hal yang sama juga berikan bagi mereka ya Tuhan, sehingga kami sama2 memiliki waktu untuk mengerjakan pelayanan ini.
Jika Engkau selalu menopangku, hal yang sama juga kiranya Tuhan mengerjakannya bagi mereka. karna aku juga tidak tau masalah apa yang mereka hadapi dalam hidup mereka, biar Engkau menopang mereka dan mereka mendapat kesempatan melihat karyaMu dalam hidup mereka.
Kalaupun kondisi kesehatanku lagi tidak baik, tapi tidak bagi mereka. Tolong jagain kesehatan mereka ya Tuhan. berkati fisik dan jasmani mereka. walaupun cuaca lagi tidak baik, biarlah kasihMu yang tetap menaungi mereka dari virus2 penyakit. jagain mereka untukku dan juga untukMu.
dan untuk kesekian kalinya lagi aku berkata:
"hanya dalamMu aku serahkan pelayanan ini" Amin. :*
Sabtu, 16 November 2013
Selasa, 12 November 2013
Aku cemburu
benci x dgn kecemburuan ini.
membuatku jd super lebay. didepannya sll bersikap tdk sesuai dgn isi hatiku.
mungkin baginya, aku telah melupakan dan menggantikannya. wowowo....
sebenarnya, enak aja kalo da dekat sama dia.
tp dia tidak pernah paham memang dgn hati ini.
dan tdk mgkn jg dia paham. krn harusnya tak mgkn memang itu trjadi dgnku.
anehnya....
kok malah beneran tjd pula.
lebih anehnya lg,
dan ktk aku mempertanyakan hati, siap atau tdk menjadikannya pilihan hati, justru malah hatiku ga siap..
aneh bukan?
so.. knp Tuhan mengizinkanku dekat dengannya? dimataku, dia kok jd beda spesialnya dr org lain.
kalo biasanya sulit mencintai, knp kali ini aku malah cepat x menyukainya.
simple aja pembicaraan dgnnya,.tp knp aku malah jd nyaman dgn smw ini.
bukan krn dia perhatian denganku,
bukan jg krn dia baik samaku,
tapi ntahlah...
sulit mengungkapkan isi hati ini......
dan lebih anehnya lagi, aku menjadi orang yang super sensitif karna kondisi ini.
tidak tau harus menyalahkan siapa, karna sebenarnya tidak ada yang salah, kecuali saya.
ingin mencari pembelaan diri, tapi ttp aja ga menemukan pembenaran diri. karna faktanya aku memang sudah salah.
maaf buat kamu, karna pernah melihatmu seseorang yang beda dari yang lain.
harusnya memang ini tidak boleh terjadi.. tapi aku juga tidak tau kenapa perasaan ini mendadak menghampiriku.
andaikan aku bisa memilih, pasti itu hal yang tak mungkin terjadi denganku.
awalnya aku berpikir, kamu yang memulai. tapi sekarang aku tau, aku masih mengawali sementara kamu sudah mengakhirinya.
iyah.. cemburu itu menyadarkanku.. hahahaha
lucu x memang ah!!! ada-ada saja aku ini........
Pray:
God.... kembalikan aku sperti yang dulu. karna jelas, ini kesalahan besar bagiku dan perasaanku.
ini tidak sehat ut pertumbuhanku, kedewasaanku dan karakterku. kondisi ini membuatku tidak jujur....
kadang baik - padahal sebenarnya ku ingin jahat
kadang jahat - padahal sebenarnya krn aku lagi perhatian
bener2 tidak menjadi diri sendiri kan.....
sudah berubah arah tujuan kapalku sekarang ini. kembalikan aku ke visi dan tujuanku.
ingatkan aku sll tentang imanku yang berkata: Engkau akan memberikannya indah pada waktunya.
umur boleh bertambah dan orang2 bisa semakin menyudutkanku dgn pertanyaa2n. tapi biarlah iman dan cintaku semakin berlimpah padaMu.
Senin, 11 November 2013
Belajar dari Ayub
Kesetiaan anda diuji ketika sekeliling anda mendukung anda
tidak setia..
baiklah, pernah mengalami hal ini?
***pasti setiap orang pernah mengalaminya.
tidak hanya dalam pembicaraan kesetiaan dalam pelayanan, itu juga berlaku didalam suatu hubungan. tidak hanya hubungan berpacaran, tapi berlaku untuk semua hubungan (pacar, keluarga, sahabat, rekan kerja dan Tuhan).
tapi sekarang, hanya ingin berbagi kesetiaan dalam pelayanan.
oke,, saya memang baru mendapatkan pengisian ini diibadah alumni semalam. tapi bukan berarti karna hal itu saya menggebu-gebu membuat tulisan tentangnya.
karna justru sebelumnya saya sudah pernah mencoba menuliskan hal ini, hanya saja belum rangkum secara keseluruhan. ***nti saya akan lampirkan tulisan singkat itu. hehehe
Belajar dari tokoh AYUB....
setiap orang Kristen, umumnya pasti tau tentang cerita Ayub. karna kisah hidupnya yang mengharubirukan. :D
dan termasuk saya, sangat banyak diberkati dengan kisah Ayub. dan sering menjadi perbandinganku, dalam masalahku dengan masalah yang dihadapi Ayub. jika sudah mengingat penderitaan yang dialami Ayub, maka sering berkata ke diri sendiri, "helloww... masalahmu apa sih? ga sebanding banget sama Ayub. segitu aja uda nyerah?"
dan ucapan Ayub merupakan ayat favoritku:
"Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah Tuhan"
kalau aku kehilangan sesuatu, ayat ini menjadi peneguhan buatku. misalnya nih, kemaren2 itu hampir 3x aku kehilangan antingku. dan setiap anting itu belum kutemukan: ayat ini selalu terngiang diotak dan hatiku.
bagiku, harta/anting itu adalah pemberian Allah, dan jika harta/anting itu pun hilang, artinya aku tidak bisa memilikinya lagi.
selalu positif thinking. walaupun pada akhirnya anting itu sll kembali samaku, saat aku sudah berkata: "jika itu harus hilang, izinkan aku ut mengikhlaskannya. tidak memfokuskan pikiran dengan anting itu".
simple sebenarnya cerita ini, tapi itu tetap menjadi pengalaman luar biasa.
walaupun tidak seluarbiasa yang dialami Ayub (ketika semua yang hilang darinya, dikembalikan Allah berlipat ganda), tapi bagiku cukuplah itu bagiku. karna belum tentu orang lain pernah mengalami hal seperti itu bersama Allah. hehehe
yang saya dapatkan semalam:
Ayub itu adalah:
1. Hidup dalam kesalehan (Ayub 1:1)
Ayub 1:1 "Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
2. Hidup yang memiliki kepekaan rohani (Ayub 1: 4-5)
Ayub 1: 5 "Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa"
Ayub peka dengan keadaan anak2nya yang sangat merosot dan melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan.
Hal yang sama juga harus kita miliki, peka terhadap sekeliling.
3. Hidup yang dibanggakan Tuhan (Ayub 1:6-8)
Ada pembicaraan disorga, antara anak-anak Allah dan termasuk iblis didalamnya tentang Ayub. dan Ayub sendiri tidak mengetahui itu. dalam pembicaraan ini kita melihat, Allah membanggakan Ayub.
wah.. luar biasa bukan? Allah bangga loh...
kalo orangtua bangga dengan prestasi kita aja, sudah luar biasa bahagianya dihati kita. atau kalo orang lain memuji kita didepan umum, pasti gembira/bangganya minta ampun.
ini Tuhan sendiri yang bangga dengan Ayub. dan Tuhan tidak hanya membanggakannya dalam hatiNya, tapi didepan anak-anak Allah dan iblis.
Ayub 1:8 "Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
kira-kira, kalau saya atau kita yang sedang diperbincangkan disurga, Tuhan bilang apa ya? bangga dengan kita atau justru mengatakan kekecewaannya?
*****sungguh evaluasi yang dahsyat
4. Hidup yang mengalami ujian iman (Ayub 1: 10-12)
kali ini kesalehan dan kesetiaan Ayub akan diuji. dan itu atas persetujuan Allah. kali ini mengingatkan saya, kalau semua ujian ataupun cobaan yang terjadi dalam hidup kita adalah atas izin Allah.dan ini juga yang selalu menjadi pegangan saya, ketika saya mengalami hal-hal buruk dalam hidupku. *buruk= tidak sesuai dengan yang kupikirkan dan Tuhan inginkan. hehehe
dalam menghadapi masalah, sering memang saya banyak bersungut-sungut dan mengeluhnya. tapi sebenarnya dalam hati saya, saya mengimani semua itu terjadi atas izin Allah.
sering manusia melupakan hal penting ini. *bagiku sangat penting.
karna kalau kita lupa, kita tidak akan bisa bersyukur kepada Allah utk ujian itu. yang ada kita akan menuntut Allah yang tidak mau tau keadaan kita.
tapi coba kalo kita berpikir "ini semua atas izin Tuhan", pasti 180 derajat kita akan berubah haluan. kenapa harus takut dengan masalah2? kenapa harus takut kalah? kenapa harus takut terjatuh? kenapa harus takut gagal? kan lebih baik menikmatinya......
apapun hasil dari ujian kita, menang atau kalah, yang pasti masalah itu terjadi sudah atas izin Dia. kalau menang, Dia akan membanggakan kita disurga, kalau kita kalah, paling juga Dia tersenyum. *kalah bukan karna jatuh/ berubah haluan ya.
Dia tidak akan menghukum kita kok! hanya saja, kita tidak akan bertumbuh atau makin dewasa. dan yang rugi siapa? kita sendiri kan.. #anggap aja itu hukumannya. wekekeke :D
Setiap orang punya peperangannya sendiri, jangan lari dari ujian iman.
5. Hidup yang setia dalam ujian iman (Ayub 1: 21)
Ayub 1: 21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
nah.. ini dia ayat favoritku itu...
pengakuan yang luar biasa bukan?
kalau dalam keadaan hidup kita normal, gampang sekali loh menyatakan pengakuan itu.
tapi bagi Ayub?? dia kehilangan anak2nya, hartanya, bahkan istrinya meninggalkannya.
bagi yang sudah orangtua, coba bayangin kalau semua anak2mu mendadak meninggal dunia?
bagi yang sudah berpasangan, pasanganmu pergi meninggalkanmu. bahkan mengejekmu.
coba bayangin, semua harta yang km miliki (hanya pakaian yg kamu pakai yg tinggal) semuanya lenyap seketika. dan semuanya tiba-tiba. tidak ada istilah "persiapan" dulu.
masih sanggup mengatakan itu?
Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan...
tapi Ayub sanggup mengatakannya. dan aku percaya, bukan dimulut saja. tapi itu pengakuan dari hatinya.
Ayub tetap dalam kesetiaannya, sekalipun ujian yg dihadapinya sungguh luar biasa beratnya.
6. Hidup yang mengalami pengenalan akan Tuhan (Ayub 42:5)
Ayub 42:5 "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau"
pernah berkata: Allah itu baik?
setiap orang Kristen, saya percaya pernah berkata itu.
benarkah kita mengatakan Allah itu baik karna pengenal kita akan Allah? atau jangan2, karna kita mendengar dari orang lain.
banyak orang-orang Kristen yang bersaksi tentang perjumpaan dan pengenalannya akan Allah, bagaimana dengan kita sendiri? sudahkah kita mengenal Allah karna pengalaman pribadi kita?
mengenal Allah karna pengalaman pribadi sangat berbeda sukacitanya dengan mengenal Allah karna mendengar dari orang lain saja.
Ujian hidup juga bagian Tuhan dalam memperkenalkan diriNya kepada umatNya. so kenapa harus takut dengan ujian hidup?
karna dengannya, kita akan semakin mengenal Allah.
7. Hidup yang mengalami pemulihan (Ayub 42:10, 12-18)
Ayub 42:10 "Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu"
didalam perjalanan ujian iman Ayub, dia juga bermasalah dengan sahabat2nya.
so jangan berpikir, dalam menghadapi tantangan hidup, selamanya orang terdekat kita akan mendukung. ada kalanya mereka "seperti" menghakimi kita, mereka menggurui kita, dan menasehati kita, dan lainnya. yang terkadang apa yang mereka katakan sudah kita tau. sikap apa yang kita tunjukkan? Menolak mendengar mereka bukan? tidak hanya itu, kadang kita juga jadi benci sama mereka, karna mereka tidak mengerti kita.
padahal letak kesalahan bukan di mereka, tapi kita.
Ayub 42:1-6, Ayub mencabut perkataannya dan menyesalkan diri.
dengan semua keadaan yang dialami Ayub, Tuhan akhirnya memulihkannya, setelah ia meminta doa untuk sahabat2nya. wah... pengampunan itu penting ya....
Ayub telah menjadi pemenang dari ujian imannya. karenanya Allah menambahkan berlipat dari apa yang sudah dimilikinya sebelumnya. ayat 12a: "TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu".
Orang yang menabur dengan airmata akan menuai dengan sukacita --> itu janji Tuhan.
baiklah, pernah mengalami hal ini?
***pasti setiap orang pernah mengalaminya.
tidak hanya dalam pembicaraan kesetiaan dalam pelayanan, itu juga berlaku didalam suatu hubungan. tidak hanya hubungan berpacaran, tapi berlaku untuk semua hubungan (pacar, keluarga, sahabat, rekan kerja dan Tuhan).
tapi sekarang, hanya ingin berbagi kesetiaan dalam pelayanan.
oke,, saya memang baru mendapatkan pengisian ini diibadah alumni semalam. tapi bukan berarti karna hal itu saya menggebu-gebu membuat tulisan tentangnya.
karna justru sebelumnya saya sudah pernah mencoba menuliskan hal ini, hanya saja belum rangkum secara keseluruhan. ***nti saya akan lampirkan tulisan singkat itu. hehehe
Belajar dari tokoh AYUB....
setiap orang Kristen, umumnya pasti tau tentang cerita Ayub. karna kisah hidupnya yang mengharubirukan. :D
dan termasuk saya, sangat banyak diberkati dengan kisah Ayub. dan sering menjadi perbandinganku, dalam masalahku dengan masalah yang dihadapi Ayub. jika sudah mengingat penderitaan yang dialami Ayub, maka sering berkata ke diri sendiri, "helloww... masalahmu apa sih? ga sebanding banget sama Ayub. segitu aja uda nyerah?"
dan ucapan Ayub merupakan ayat favoritku:
"Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil. Terpujilah Tuhan"
kalau aku kehilangan sesuatu, ayat ini menjadi peneguhan buatku. misalnya nih, kemaren2 itu hampir 3x aku kehilangan antingku. dan setiap anting itu belum kutemukan: ayat ini selalu terngiang diotak dan hatiku.
bagiku, harta/anting itu adalah pemberian Allah, dan jika harta/anting itu pun hilang, artinya aku tidak bisa memilikinya lagi.
selalu positif thinking. walaupun pada akhirnya anting itu sll kembali samaku, saat aku sudah berkata: "jika itu harus hilang, izinkan aku ut mengikhlaskannya. tidak memfokuskan pikiran dengan anting itu".
simple sebenarnya cerita ini, tapi itu tetap menjadi pengalaman luar biasa.
walaupun tidak seluarbiasa yang dialami Ayub (ketika semua yang hilang darinya, dikembalikan Allah berlipat ganda), tapi bagiku cukuplah itu bagiku. karna belum tentu orang lain pernah mengalami hal seperti itu bersama Allah. hehehe
yang saya dapatkan semalam:
Ayub itu adalah:
1. Hidup dalam kesalehan (Ayub 1:1)
Ayub 1:1 "Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
2. Hidup yang memiliki kepekaan rohani (Ayub 1: 4-5)
Ayub 1: 5 "Setiap kali, apabila hari-hari pesta telah berlalu, Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka; keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka sekalian, sebab pikirnya: "Mungkin anak-anakku sudah berbuat dosa dan telah mengutuki Allah di dalam hati." Demikianlah dilakukan Ayub senantiasa"
Ayub peka dengan keadaan anak2nya yang sangat merosot dan melakukan hal-hal yang jahat di mata Tuhan.
Hal yang sama juga harus kita miliki, peka terhadap sekeliling.
3. Hidup yang dibanggakan Tuhan (Ayub 1:6-8)
Ada pembicaraan disorga, antara anak-anak Allah dan termasuk iblis didalamnya tentang Ayub. dan Ayub sendiri tidak mengetahui itu. dalam pembicaraan ini kita melihat, Allah membanggakan Ayub.
wah.. luar biasa bukan? Allah bangga loh...
kalo orangtua bangga dengan prestasi kita aja, sudah luar biasa bahagianya dihati kita. atau kalo orang lain memuji kita didepan umum, pasti gembira/bangganya minta ampun.
ini Tuhan sendiri yang bangga dengan Ayub. dan Tuhan tidak hanya membanggakannya dalam hatiNya, tapi didepan anak-anak Allah dan iblis.
Ayub 1:8 "Lalu bertanyalah TUHAN kepada Iblis: "Apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tiada seorangpun di bumi seperti dia, yang demikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan."
kira-kira, kalau saya atau kita yang sedang diperbincangkan disurga, Tuhan bilang apa ya? bangga dengan kita atau justru mengatakan kekecewaannya?
*****sungguh evaluasi yang dahsyat
4. Hidup yang mengalami ujian iman (Ayub 1: 10-12)
kali ini kesalehan dan kesetiaan Ayub akan diuji. dan itu atas persetujuan Allah. kali ini mengingatkan saya, kalau semua ujian ataupun cobaan yang terjadi dalam hidup kita adalah atas izin Allah.dan ini juga yang selalu menjadi pegangan saya, ketika saya mengalami hal-hal buruk dalam hidupku. *buruk= tidak sesuai dengan yang kupikirkan dan Tuhan inginkan. hehehe
dalam menghadapi masalah, sering memang saya banyak bersungut-sungut dan mengeluhnya. tapi sebenarnya dalam hati saya, saya mengimani semua itu terjadi atas izin Allah.
sering manusia melupakan hal penting ini. *bagiku sangat penting.
karna kalau kita lupa, kita tidak akan bisa bersyukur kepada Allah utk ujian itu. yang ada kita akan menuntut Allah yang tidak mau tau keadaan kita.
tapi coba kalo kita berpikir "ini semua atas izin Tuhan", pasti 180 derajat kita akan berubah haluan. kenapa harus takut dengan masalah2? kenapa harus takut kalah? kenapa harus takut terjatuh? kenapa harus takut gagal? kan lebih baik menikmatinya......
apapun hasil dari ujian kita, menang atau kalah, yang pasti masalah itu terjadi sudah atas izin Dia. kalau menang, Dia akan membanggakan kita disurga, kalau kita kalah, paling juga Dia tersenyum. *kalah bukan karna jatuh/ berubah haluan ya.
Dia tidak akan menghukum kita kok! hanya saja, kita tidak akan bertumbuh atau makin dewasa. dan yang rugi siapa? kita sendiri kan.. #anggap aja itu hukumannya. wekekeke :D
Setiap orang punya peperangannya sendiri, jangan lari dari ujian iman.
5. Hidup yang setia dalam ujian iman (Ayub 1: 21)
Ayub 1: 21 katanya: "Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!"
nah.. ini dia ayat favoritku itu...
pengakuan yang luar biasa bukan?
kalau dalam keadaan hidup kita normal, gampang sekali loh menyatakan pengakuan itu.
tapi bagi Ayub?? dia kehilangan anak2nya, hartanya, bahkan istrinya meninggalkannya.
bagi yang sudah orangtua, coba bayangin kalau semua anak2mu mendadak meninggal dunia?
bagi yang sudah berpasangan, pasanganmu pergi meninggalkanmu. bahkan mengejekmu.
coba bayangin, semua harta yang km miliki (hanya pakaian yg kamu pakai yg tinggal) semuanya lenyap seketika. dan semuanya tiba-tiba. tidak ada istilah "persiapan" dulu.
masih sanggup mengatakan itu?
Tuhan yang memberi Tuhan yang mengambil, terpujilah Tuhan...
tapi Ayub sanggup mengatakannya. dan aku percaya, bukan dimulut saja. tapi itu pengakuan dari hatinya.
Ayub tetap dalam kesetiaannya, sekalipun ujian yg dihadapinya sungguh luar biasa beratnya.
6. Hidup yang mengalami pengenalan akan Tuhan (Ayub 42:5)
Ayub 42:5 "Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau"
pernah berkata: Allah itu baik?
setiap orang Kristen, saya percaya pernah berkata itu.
benarkah kita mengatakan Allah itu baik karna pengenal kita akan Allah? atau jangan2, karna kita mendengar dari orang lain.
banyak orang-orang Kristen yang bersaksi tentang perjumpaan dan pengenalannya akan Allah, bagaimana dengan kita sendiri? sudahkah kita mengenal Allah karna pengalaman pribadi kita?
mengenal Allah karna pengalaman pribadi sangat berbeda sukacitanya dengan mengenal Allah karna mendengar dari orang lain saja.
Ujian hidup juga bagian Tuhan dalam memperkenalkan diriNya kepada umatNya. so kenapa harus takut dengan ujian hidup?
karna dengannya, kita akan semakin mengenal Allah.
7. Hidup yang mengalami pemulihan (Ayub 42:10, 12-18)
Ayub 42:10 "Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu"
didalam perjalanan ujian iman Ayub, dia juga bermasalah dengan sahabat2nya.
so jangan berpikir, dalam menghadapi tantangan hidup, selamanya orang terdekat kita akan mendukung. ada kalanya mereka "seperti" menghakimi kita, mereka menggurui kita, dan menasehati kita, dan lainnya. yang terkadang apa yang mereka katakan sudah kita tau. sikap apa yang kita tunjukkan? Menolak mendengar mereka bukan? tidak hanya itu, kadang kita juga jadi benci sama mereka, karna mereka tidak mengerti kita.
padahal letak kesalahan bukan di mereka, tapi kita.
Ayub 42:1-6, Ayub mencabut perkataannya dan menyesalkan diri.
dengan semua keadaan yang dialami Ayub, Tuhan akhirnya memulihkannya, setelah ia meminta doa untuk sahabat2nya. wah... pengampunan itu penting ya....
Ayub telah menjadi pemenang dari ujian imannya. karenanya Allah menambahkan berlipat dari apa yang sudah dimilikinya sebelumnya. ayat 12a: "TUHAN memberkati Ayub dalam hidupnya yang selanjutnya lebih dari pada dalam hidupnya yang dahulu".
Orang yang menabur dengan airmata akan menuai dengan sukacita --> itu janji Tuhan.
Langganan:
Postingan (Atom)






